(desa angker) Cerita 1
Besok
saya akan mengikuti kegiatan mos disekolahan baru saya, jadi malam ini saya
harus begadang untuk meniapkan keperluan untuk dibawa besok untuk mengikuti
acara mos. Perlu diketahui kosan yang saya tinggali berupa barakan yang
menjejer panjang dari depan yang berjarak 3 meter dari jalan trus memanjang
kebalakng terdiri dari 6 kamar di setiap kamar ada kamar mandi sekaligus WC dan
satu khusus wc umum disediakan antara
barakan no 2 dan 3 dan diantara barakan tersebut cuman no 2,,5 dan 6 yang
terisi dan saa menempati barak no 5, saya sengaja memilih barak no 5 biar dekat
jalan raya dan sekalian kerena dibarak no 6 ada cewek yang nempatin,
saya
bikinkan ilustrasi gambar dbawah ini biar pembaca bisa bayangkan
Lanjut
keceritanya, setelah sibuk mempesiapkan Semua keperluan untuk dibawa ke
kegiatan mos saya cek ulang lagi semuanya dan, saya baru sadar kalau masih ada
yang kurang dari apa yang saya siapkan, saya kelupaan membuat grecekan dari
tutup botol, sebenarnya agak konyol juga buat apa membawa grecekan, kaya mau
ngamen saja, tapi kerena takut dihukum tidak membawa, saya keluar kosan untuk mencari tutup botol, kerena udah jam
11an malam niat saya Cuma mencari dihalaman kosan dan sekitarnya berharap ada
yang buang tutup botol sembarangan kalau tidak nemu ya sudah gak papa dihukum
dihukum dah yang penting usaha dulu, pikir saya.
Diseberang
jalan raya tepatnya besebrangan dengan tampat saya berdiri dihalaman kosan ada
pohon mangga yang besar , tidak tau kenapa tanpa sengaja saya ketoleh kepohon
mangga tersebut, saya merasa aneh, itu kenapa kok dahan pohon mangganya kok
goyang goyang sendiri padahal saat itu, langit bersih ,gak ada angin, kerena
penasaran jadi saya pandangi saja terus dahan tersebut tapi masih saja goyang
goyang padahal dahan dahan lainnya tidak ada yang goyang, kerena penerangan
untuk jalan raya sebrang kosan saya masih tidak ada, dan pencahayaannya ala
kadarnya Cuma sedikit itu pun dari lampu halaman rumah pemilik kosan,
Saya ambil senter dikosan saya dan saya sinter dahan mangga yang goyang tersebut dari halaman kosan, anehnya tidak ada apa apa di dahan tersebut,
kerena makin penasaran saya nyebrang jalan rencananya
saya ingin dekatin pohon mangga tersebut, kira-kira jarak antara saya dan pohon
mangga 1 meteran, saya sinterin lagi toh dahan yang goyang goyang, ternyata ada
yang lagi duduk menjuntai diatas dahannya mana kesenter wajahnya, eh dia malah
senyum,,, .gila Tanpa pikir panjang saya lari masuk kosan masa bodoh udah
tentang tutup botolnya, pintu kosan saja saya banting .
mungkin banyak yang nanya makhluk apa
sebenarnya yang saya lihat duduk di
dahan pohon mangga tersebut? Saya tidak bisa nyebutin nama makhluk apa itu,
tapi seingat saya wajahnya pucat terus dhidungnya masih ada kapasnya yang
nyumpalin lobang hidungnya dan memakai pakaian persis bentuknya kaya pakaian
kafan.
